Minggu, 25 Mei 2014

"Tanyalah hatimu atas semua perkara karena hati tak pernah menjerumuskan pemiliknya. Jika hatimu bimbang, diam tak bicara maka sejatinya ia telah dibungkam oleh cinta selainNya"
-Dialog Hati

"Lelaki dan Airmata"



Lelaki yg kuat itu bukan yg takk pernah menangis...
Lelaki pemberani itu bukan yg tak pernah takut & tersungkur dalam sujud krn takut pada Robbnya...
Segagah apapun seorang lelaki belum lengkap kebijaksanaanya tnpa kelembutan hatinya...
Lihatlah keganasan sang Singa pdang Pasir "Umar bin Khatab" dibalik wataknya yg keras, beliau punya hati yg lembut, hingga malam-malamnya dihiasi dgn rintihan & tangisan dalam munajat pada Robbnya

Lihatlah Khalid bin Walid yg pedangnya siap menebas leher musuh-musuh Islam, hingga ia bergelar "pedang kaum muslimin", dibalik kegarangannya dimedan perang ia punya hati yg lembut, hingga airmatanya mmbasahi pipi & janggutnya karena rasa takut yg luar biasa pada Robbnya...

Sebagai lelaki kita tk perlu malu utk mnangis , menangislah karena itu tanda kelembutan hati... Menangis krn takut pdaNya, menangis krn risau atas Iman keluarga & umat ini bagaimna agar hidayah bisa kekal didalam diri...

Jika hari ini kita bisa tertawa karena bahagia...
Sudahkah kita menangis karena dosa ?
Air mata memang tak berbicara, tapi bisa memberi jawaban...
Airmata memang tak selesaikan masalah tapi bisa melegakan dada...

Dan jika teringat akan mutiara hikmah dari para Arif billah yg kujumpa mereka slalu berpesan " bnyak-banyaklah menangis disepertiga malam agar hati semakin brcahaya... "


Semoga Allah kekalkn hidayah dalam diri kita dan menjadi asbab hidayah untuk orang lain serta  tarbiyah-tarbiyah driNya pelembut hati kita

Sabtu, 24 Mei 2014

"Perihal Cinta"

Ada yg hanya terpesona karena rupa saja sehingga salah arah...
Ada yg hanya terkesima dgn kecerdasan saja, disaat keburukan & kekurangan telah tampak didepan mata lantas cinta tinggal cerita hilang seiring rasa kagum yg telah sirna.
Ada yg tergiur hanya karena harta benda, hingga rela hina dihadapan Rabb nya karena memilih menjdi budak dunia.
Namun, tak banyak yg terkesan karena Iman & taqwa, padahal inilah pakaian syurga...
Tak banyak yg terkesan dgn agamanya padahal inilahmodal utama...

.Tak banyak yg terkesan karena Akhlaknya padahal inilah perhiasan yg paling berharga...

Cinta itu pangkal dari baik maupun buruk, & sebaik-sebaik cinta adaalh yg membawa ketaaatn pada Rabbnya selain daripda itu akan menjdi fitnah....
Seberapa yakinkah hati bahwa mencinta krnNya pasti & pasti berakhir bahagia, berpisah bukan karena orang ketiga, berpisah bukan krn berbeda...
tapi berpisah krn Waktu telah menutup usianya, maut telah mnjemputnya hingga ia atk bisa berdiri lagi untukmu, saat tubuh telah terbujur kaku dan bibir membisu.
Maka disaat itulah akan tersadar rupamu,cerdasmu & hartamu tak lagi berlaku sebagai alasan mngapa mencinta , selain hanya krnaNya.... ya karenaNya.  Dia yg mmberi & memiliki serta Dia pula yg menyatukn kembali dijannah yg Abadi jika menjadi hambaNya yg tahu diri yg kenal & taat pda Ilahi Robbi....

Allah itu Maha Cinta, Dia yg menggenggam setiap jiwa, Cinta yg ada disisiNya yg suci terbasuh RidhoNya hanya bisa dijemput dgn jalan Takwa.

"Dialog dengan Hati"

         Seberat apapun masalah, sesusah apapun ujian hidup & sesempit apapun keadaan ini adalah ketentuan Allah utk hamba-hambaNya. Apapun yg sedang dikeluhkan & takdirNya dirasa tak seirama dgn inginmu, Allah tetap saja Maha baik dari apapuuun... yg kita anggap paling baik. Sangking baiknya Allah , Allah perlakukan dirimu seakan-akan Allah tak punya hamba lain selain dirimu hanya saja kita tak jarang memperlakukan Allah seakan-akan punya Tuhan Selain DIA. Mulailah berhenti mengeluh pada SelainNya sebab itu hanya akan mngurangi rasa nikmat atas apa yg kau Punya.Bukankah setiap kita ingin mnjadi orang yg sabar? Dan  bukan sabar jika kesusahan masih diumbar.


_Dwi Ardy Prasadhana

Obrol-obrol Hikmah Menikah II





 Di sadur dari obrolan dengan seorang sahabat : "Saya menikah di umur 24 tahun, dan status masih pelajar. Sedangkan istri saya 18 tahun dan masih pelajar juga. Setiap hari sehabis makan selalu saja istriku mencuci gelas dan piring. Setiap mau berangkat shalat selalu saja istriku menyiapkan baju, dan parfum untuk pergi shalat. Tidak lupa pula rambut ku disisirnya (padahal pas shalat pake peci). Dia selalu rajin membersihkan rumah. Lalu saya bertanya kepada dia, " Putri kok tiap hari kaya gini, kita kan punya pembantu? Kamu kan bukan pembantu." Maka istriku menjawab " Putri nggak mau pahalanya di rebut pembantu". Masya Allah... benarlah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ﺍَﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﺘَﺎﻉٌ ﻭَﺧَﻴْﺮُ ﻣَﺘَﺎﻉِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺔُ . “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 1467), an-Nasa-i (VI/69), Ahmad (II/168), Ibnu Hibban (no. 4020 -at- Ta’liqaatul Hisaan) dan al-Baihaqi (VII/80) dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallaahu ‘anhuma.] Hal ini juga menjawab pertanyaan beberapa orang kepada saya, kok nggak pacaran dulu? kok berani sih langsung nikah? Nggak takut nanti sifatnya nggak cocok? Saya menjawab, seorang muslim yang ingin menikah cukuplah melihat ke solehan wanita tersebut yang nampak. Semakin pandai ilmu agama seorang muslim, maka akan semakin baik penilaianya terhadap seorang wanita. Segala sesuatu dalam pernikahan sudah di atur dalam syariat... setiap permasalahan rumah tangga, seperti harus bersikap bagaimana, harus melakukan apa ... semua sudah ada di dalam Al-Quran dan Hadist. Sedangkan sifat manusia haruslah berubah sesuai sifat yang di inginkan Allah dan Rasul-Nya. Apabila seorang pria dan wanita sama-sama memahami Al- Quran dan Hadist dengan baik, insya Allah mereka cocok. Hal ini juga membuktikan kebenaran islam. Membuktikan sempurnanya syariat islam. Dimana ketika orang lain mencoba mengenal pasanganya bertahun-tahun dengan pacaran, islam hanya membutuhkan tidak lebih dari beberapa hari atau maksimal 3 bulan. Ketika orang lain mencoba mencari solusi masalah rumah tangga dengan mecoba-coba berbagai hal, bayar ini bayar itu, curhat sini curhat situ,, seorang muslim cukup mencari solusinya dalam Al-quran dan hadist. Wallahu a'lam ------------------------- Qultu: Sederhana, namun sarat makna... Semoga Allah selalu menjagamu sobat...

Obrol-0brol hikmah Menikah

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اْلبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَاِنَّهُ اَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَ اَحْصَنُ لِلْفَرْجِ. وَ مَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَاِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ. الجماعة

Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata : Rasulullah SAW  bersabda, “Hai parapemuda, barangsiapa diantara kamu yang sudah mampumenikah, maka nikahlah, karena sesungguhnya nikah itu lebihdapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjagakemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklahia berpuasa, karena berpuasa itu baginya (menjadi) pengekangsyahwat”. [HR. Jamaah]
Ada kalanya, menyederhanakan persepsi adalah satu-satunya cara untuk memudahkan kita dalam melaksanakan perintah Allah dan sunnah Rasulullah. Sebaliknya pula, merumitkan persepsi akan mendatangkan kesulitan dan kesukaran kita dalam melaksanakan perintah Allah dan sunnah Rasulullah pula. Lihatlah bagaimana Bani Israil merepotkan mereka sendiri bahkan sampai takaran menyusahkan seluruh anggota suku hanya karena merumitkan persepsi mereka akan perintah Allah. Tatkala Allah menyuruh mereka untuk mengorbankan Sapi Betina, maka yang ditanyakan oleh bani Israil adalah: bagaimanakah warna dan sifatnya, hakikatnya,umurnya, bentuk dan rupanya serta keutamaannya. padahal bila mereka menyembelih sapi betina mana saja ketika perintah itu turun, itu sudah cukup memenuhi perintah ALLAH. namun sayangnya mereka tidak berniat menyederhanakan perintah tersebut. Maka Allah memberatkan perintahnya kepada mereka dengan memberikan beberapa syarat spesifik yang hampir saja membuat mereka tidak mampu mencarikan sapi betina seperti itu. Itulah cara Allah menegur hambaNya yang merumitkan perintah Allah. Pun kondisi serupa saya dapatkan pada beberapa orang yang mendatangi saya untuk berkonsultasi masalah perintah dan sunnah Rasulullah yakni menikah. Sejatinya perintah dari Allah simple task; Menikahlah dengan yang taqwa dan beriman kepada Allah. Namun banyak diantara mereka merumitkan persepsi bertaqwa dan beriman tersebut. Maka mulailah mereka menambahkan sendiri kerumitan yang diluar persyaratan utama. Selayak sapi betina bani Israil, mereka memasukkan kriteria warna kulit, sifat, rambut, hakikat, umur, pendidikan, keturunan, suku, bahkan pekerjaan dan penghasilan bulanan. Maka hampir-hampir mereka senasib dengan bangsa Israil dimana mereka sulit melaksanakan perintah dan Sunnah Rasulullah. Nah, bila anda termasuk yang merumitkan persepsi menikah, hanya satu saran sederhana saya untuk anda. Sederhanakanlah! Janganlah persepsi anda membuat anda bersifat seperti keturunan Bani Israil yang Allah susahkan pilihannya karena persepsi mereka sendiri.

Berjodoh itu salah satu cara menilainya adalah di dekatkan takdir kita dengannya. dari tidak kenal lalu tanpa terduga menjadi kenal, dari tak berteman lalu akrab, dari jauh menjadi dekat, dari tidak peduli menjadi sudi. sayangnya banyak manusia tidak mengetahui hal ini hingga banyak yang terjebak dengan angan-angannya sendiri. maka jangan salahkan takdir bila jodoh belum berkait. boleh jadi kita sendiri tidak ingin menerima yang berada di dekat kita.

- Disadur dari mudzakarah dgn Ust.Rahmat Idris.



عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اْلبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَاِنَّهُ اَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَ اَحْصَنُ لِلْفَرْجِ. وَ مَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَاِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ. الجماعة

Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata : Rasulullah SAW  bersabda, “Hai parapemuda, barangsiapa diantara kamu yang sudah mampumenikah, maka nikahlah, karena sesungguhnya nikah itu lebihdapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjagakemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklahia berpuasa, karena berpuasa itu baginya (menjadi) pengekangsyahwat”. [HR. Jamaah]

Sajak untuk Penyuka debat dan penolak perbedaan.


Jika perbedaan semakin kau asah menjadi runcing, sebaiknya bentangkan saja jarak sejauh mata memandang. Tak perduli ada sejuta harap di sana jika derap langkah tak seirama, apa gunanya peta menuju nirwana kita baca bersama ?!
Masihkah kau tetap tak mau memberi ruang untuk warna yang berbeda ? padahal dalam hidup kita tak hanya di lingkupi tiga warna bianglala, tak hanya hitam dan putih ada banyak warna yang tak bisa di hindari.

Seketika kau berubah memjadi teka teki tanpa kata kunci, aku tersesat dalam kotak-kotak hening yang membuatku pusing.
Kau mendadak menjadi rumit seumpama labirin tanpa jalan keluar, lantas jika kebuntuan yang kau benturkan buat apa kita berfikir keras mencari jalan keluar.
Aku rasa ini bukan hanya tentang yang kalah jadi abu atau yang menang jadi arang. Yang ku tahu bentangan luas samudera biru yang tanpa batas dan teramat dalam pun, tak pernah menolak rintik-rintik air hujan yang jatuh mengisinya. Lalu bagaimana mugkin cawan yang kosong menolak sejuknya air yang di tuangkan perlahan !?