Rabu, 09 Juli 2014

Sebuah Puisi oleh ; Farha Sifa

                            

 

Grafiti cinta yang tercecer

23 Juni 2014
 
Kini perasaanku hambar berserakkan...
Seperti anomali cuaca yang terkadang berubah diluar prediksi sang ramalan...
Mengikis perih lagu-lagu kenangan...
Mendesah lirih kasih yang terabaikan...
Meratap pilu rindu menggebu kekasih khayalan.....

Apa yang kamu inginkan dari setiap perjumpaan...?Padahal derita perpisahan itu teramat sakit menyayat kisi-kisi pintu keceriaan...
Menoreh cerita luka dalam jiwa yang muram...
Mengais buah kesetiaan dengan rasa yang dipertaruhkan...
Dan Makna yang termaktub adalah cinta yang berakhir diam...

Jika tetesan air hujan bisa memberikan kesejukan dan menghilangkan dahaga rasa...
Keteguhan hatimu mampu merapuhkan egoisme cinta yang sedikit memaksa...
Ntah hatimu terbuat dari apa.....
Begitu lembut...halus...dan tertata rapi menarik simpathy...

Bagiku....engkau tidak ubahnya seorang penakluk...
Yang menundukan cinta dengan kesabaran...dan menunjukan cinta dengan kebaikan...

Masih terpaku dan diantara diam yang tak menentu...
Tentang aku...tentang kamu...dan Dia yang selalu bersemayam dalam kalbu sang perindu..