Kamis, 08 Mei 2014

Untukmu Wanita Cahaya


Bismillah....

Aku tak pernah punya sapu tangan untuk sekedar mengeringkan keringatmu atau untuk menghapus airmatamu.

Tapi kau, saat tangis ku pecah di tengah malam pun, kau dekap aku denga pandangan bercahaya. Tak hanya airmata-ku yang kau hapus dengan lembut punggung tanganmu, senyummu pun selalu berhasil merawat jiwaku.

Banyak petuah yang berkisah tentang malaikat-malakait yang menjadi pesuruhNya (Allah).

Dan kau, adalah malaikat pertama. Yang mengenalkanku pada cintaNya, mengajarkanku berbincang padaNya. Lewat ucapan do'a, yang kala itu bibirku yang masih belia terbata merapalnya.

Wajah-mu memang tak selalu teduh, terkadang ada lintasan kelabu yang membias warna sendu. Tapi hatimu, selalu khusyu mendekap tabah di bilik-bilik dadamu yang berlapis do'a.

Maaf ku haturkan padamu, jika terkadang suaraku meninggi pongah di hadapanmu. Aku sedang terlupa dulu suara lembutmu yang bersenandung mengantarkan tidurku.

Maaf ku haturkan padamu. Jika aku pernah menatap tajam ke arahmu. Aku terlupa, dulu tatapanmu yang bercahaya yang menunjuki-ku mana benar, mana salah.

Maaf kuhaturkan padamu. Jika aku perna membantah perintah yang kau titah. Aku terlupa, ada peluh dan darah, saat kau berjuang demi lahirku ke dunia.

Aku berkisah tentangmu Ibu, yang dengan air susumu aku tumbuh. Dengan nasihatmu aku berguru.

Jika tiba masanya, senja usia menyandarkanmu pada lelah, kurasa aku tak akan sanggup membalas jasa.

Sekalipun dengan gunung permata atau gedung-gedung penuh harta. Sebab semua itu tak ada yang setara untuk membalasnya.

"Untukmu wanita cahaya, yang di telapak kakimu bertempat syurgaNya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar