Sabtu, 24 Mei 2014

Sajak untuk Penyuka debat dan penolak perbedaan.


Jika perbedaan semakin kau asah menjadi runcing, sebaiknya bentangkan saja jarak sejauh mata memandang. Tak perduli ada sejuta harap di sana jika derap langkah tak seirama, apa gunanya peta menuju nirwana kita baca bersama ?!
Masihkah kau tetap tak mau memberi ruang untuk warna yang berbeda ? padahal dalam hidup kita tak hanya di lingkupi tiga warna bianglala, tak hanya hitam dan putih ada banyak warna yang tak bisa di hindari.

Seketika kau berubah memjadi teka teki tanpa kata kunci, aku tersesat dalam kotak-kotak hening yang membuatku pusing.
Kau mendadak menjadi rumit seumpama labirin tanpa jalan keluar, lantas jika kebuntuan yang kau benturkan buat apa kita berfikir keras mencari jalan keluar.
Aku rasa ini bukan hanya tentang yang kalah jadi abu atau yang menang jadi arang. Yang ku tahu bentangan luas samudera biru yang tanpa batas dan teramat dalam pun, tak pernah menolak rintik-rintik air hujan yang jatuh mengisinya. Lalu bagaimana mugkin cawan yang kosong menolak sejuknya air yang di tuangkan perlahan !?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar