Sabtu, 24 Mei 2014

Obrol-obrol Hikmah Menikah II





 Di sadur dari obrolan dengan seorang sahabat : "Saya menikah di umur 24 tahun, dan status masih pelajar. Sedangkan istri saya 18 tahun dan masih pelajar juga. Setiap hari sehabis makan selalu saja istriku mencuci gelas dan piring. Setiap mau berangkat shalat selalu saja istriku menyiapkan baju, dan parfum untuk pergi shalat. Tidak lupa pula rambut ku disisirnya (padahal pas shalat pake peci). Dia selalu rajin membersihkan rumah. Lalu saya bertanya kepada dia, " Putri kok tiap hari kaya gini, kita kan punya pembantu? Kamu kan bukan pembantu." Maka istriku menjawab " Putri nggak mau pahalanya di rebut pembantu". Masya Allah... benarlah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ﺍَﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﺘَﺎﻉٌ ﻭَﺧَﻴْﺮُ ﻣَﺘَﺎﻉِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺔُ . “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 1467), an-Nasa-i (VI/69), Ahmad (II/168), Ibnu Hibban (no. 4020 -at- Ta’liqaatul Hisaan) dan al-Baihaqi (VII/80) dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallaahu ‘anhuma.] Hal ini juga menjawab pertanyaan beberapa orang kepada saya, kok nggak pacaran dulu? kok berani sih langsung nikah? Nggak takut nanti sifatnya nggak cocok? Saya menjawab, seorang muslim yang ingin menikah cukuplah melihat ke solehan wanita tersebut yang nampak. Semakin pandai ilmu agama seorang muslim, maka akan semakin baik penilaianya terhadap seorang wanita. Segala sesuatu dalam pernikahan sudah di atur dalam syariat... setiap permasalahan rumah tangga, seperti harus bersikap bagaimana, harus melakukan apa ... semua sudah ada di dalam Al-Quran dan Hadist. Sedangkan sifat manusia haruslah berubah sesuai sifat yang di inginkan Allah dan Rasul-Nya. Apabila seorang pria dan wanita sama-sama memahami Al- Quran dan Hadist dengan baik, insya Allah mereka cocok. Hal ini juga membuktikan kebenaran islam. Membuktikan sempurnanya syariat islam. Dimana ketika orang lain mencoba mengenal pasanganya bertahun-tahun dengan pacaran, islam hanya membutuhkan tidak lebih dari beberapa hari atau maksimal 3 bulan. Ketika orang lain mencoba mencari solusi masalah rumah tangga dengan mecoba-coba berbagai hal, bayar ini bayar itu, curhat sini curhat situ,, seorang muslim cukup mencari solusinya dalam Al-quran dan hadist. Wallahu a'lam ------------------------- Qultu: Sederhana, namun sarat makna... Semoga Allah selalu menjagamu sobat...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar