Sabtu, 24 Mei 2014

Obrol-0brol hikmah Menikah

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اْلبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَاِنَّهُ اَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَ اَحْصَنُ لِلْفَرْجِ. وَ مَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَاِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ. الجماعة

Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata : Rasulullah SAW  bersabda, “Hai parapemuda, barangsiapa diantara kamu yang sudah mampumenikah, maka nikahlah, karena sesungguhnya nikah itu lebihdapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjagakemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklahia berpuasa, karena berpuasa itu baginya (menjadi) pengekangsyahwat”. [HR. Jamaah]
Ada kalanya, menyederhanakan persepsi adalah satu-satunya cara untuk memudahkan kita dalam melaksanakan perintah Allah dan sunnah Rasulullah. Sebaliknya pula, merumitkan persepsi akan mendatangkan kesulitan dan kesukaran kita dalam melaksanakan perintah Allah dan sunnah Rasulullah pula. Lihatlah bagaimana Bani Israil merepotkan mereka sendiri bahkan sampai takaran menyusahkan seluruh anggota suku hanya karena merumitkan persepsi mereka akan perintah Allah. Tatkala Allah menyuruh mereka untuk mengorbankan Sapi Betina, maka yang ditanyakan oleh bani Israil adalah: bagaimanakah warna dan sifatnya, hakikatnya,umurnya, bentuk dan rupanya serta keutamaannya. padahal bila mereka menyembelih sapi betina mana saja ketika perintah itu turun, itu sudah cukup memenuhi perintah ALLAH. namun sayangnya mereka tidak berniat menyederhanakan perintah tersebut. Maka Allah memberatkan perintahnya kepada mereka dengan memberikan beberapa syarat spesifik yang hampir saja membuat mereka tidak mampu mencarikan sapi betina seperti itu. Itulah cara Allah menegur hambaNya yang merumitkan perintah Allah. Pun kondisi serupa saya dapatkan pada beberapa orang yang mendatangi saya untuk berkonsultasi masalah perintah dan sunnah Rasulullah yakni menikah. Sejatinya perintah dari Allah simple task; Menikahlah dengan yang taqwa dan beriman kepada Allah. Namun banyak diantara mereka merumitkan persepsi bertaqwa dan beriman tersebut. Maka mulailah mereka menambahkan sendiri kerumitan yang diluar persyaratan utama. Selayak sapi betina bani Israil, mereka memasukkan kriteria warna kulit, sifat, rambut, hakikat, umur, pendidikan, keturunan, suku, bahkan pekerjaan dan penghasilan bulanan. Maka hampir-hampir mereka senasib dengan bangsa Israil dimana mereka sulit melaksanakan perintah dan Sunnah Rasulullah. Nah, bila anda termasuk yang merumitkan persepsi menikah, hanya satu saran sederhana saya untuk anda. Sederhanakanlah! Janganlah persepsi anda membuat anda bersifat seperti keturunan Bani Israil yang Allah susahkan pilihannya karena persepsi mereka sendiri.

Berjodoh itu salah satu cara menilainya adalah di dekatkan takdir kita dengannya. dari tidak kenal lalu tanpa terduga menjadi kenal, dari tak berteman lalu akrab, dari jauh menjadi dekat, dari tidak peduli menjadi sudi. sayangnya banyak manusia tidak mengetahui hal ini hingga banyak yang terjebak dengan angan-angannya sendiri. maka jangan salahkan takdir bila jodoh belum berkait. boleh jadi kita sendiri tidak ingin menerima yang berada di dekat kita.

- Disadur dari mudzakarah dgn Ust.Rahmat Idris.



عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اْلبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَاِنَّهُ اَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَ اَحْصَنُ لِلْفَرْجِ. وَ مَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَاِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ. الجماعة

Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata : Rasulullah SAW  bersabda, “Hai parapemuda, barangsiapa diantara kamu yang sudah mampumenikah, maka nikahlah, karena sesungguhnya nikah itu lebihdapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjagakemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklahia berpuasa, karena berpuasa itu baginya (menjadi) pengekangsyahwat”. [HR. Jamaah]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar