Sabtu, 24 Mei 2014

Sebuah puisi 'Jingga'

Seperti senja di kaki cakrawala tua
jingga, mempesona
setelahnya, melengkung bulan sabit di wajah langit malam
senja sirna
matahari perlahan pergi
malam kembali merajai bumi
senja perlahan berbayang
engkau pun memandang
dengan air mata di pelupuk
mengambang
Aku tertunduk meradang
seketika benak pikir mengenang
“Aku tak sudi dikekang, tak hirau
dikenang, aku ingin bebas terbang,”
Jinggaaa...Esok lekaslah kembali !
esok lekaslah kembali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar