Jumat, 09 Mei 2014

Gadis Dalam Penantian (PUISI)


Desir angin lembut mendayu

ranting terayun bayu mengalun

ilalang terhembus terhuyung

Lelah sirna lepas penat dari jiwa terobati titik embun dipagi yang basah kau yang gemari irama alam lantas menjadikannya larik-larik puisi 
Kau... bersemangat dgn pagi

berani berjingkat di bawah terik mentari

bersungguh-sungguh merapal do'a dalam tenang pekat malam
bibir merapal tali kasih padaNya untuk si tuan tanpa nama yang masih kau nanti dgn sederet tanda tanya di kepala sambari menerka siapa gerangan yang kelak menjemputmu dengan kereta kencana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar